Akhir-akhir ini media di ramaikan dengan isu-isu resuffle atau pengocokan ulang susunan kabinet, nah pada tanggal 28 Juli teka-teki tentang pengocokan susunan pembantu presiden telah terjawab sudah, hari itu merupakan detik-detik yang menegangkan bagi mentri-mentri di susunan kabinet kerja jilid II. setidaknya ada 13 mentri jilid II yang di ganti oleh paduka raja indonesia yaitu:
- Budi Karya Sumadi
- Archandra Tahar
- Airlangga Hartarto
- Muhadjir Effendy
- Eko Putro Sanjoyo
- Asman Abnur
- Sri Mulyani Indrawati
- Enggartiasto Lukita
- Wiranto
- Sofyan Djalil
- Thomas Lembong
- Franky Sibarani
- Luhut Binsar Pandjaitan
Dari sekian banyak mentri yang di kocok oleh presiden setidaknya ada beberapa mentri yang mejadi pertanyaan publik, "mengapa mentri itu di ganti padahal kerjanya ya lumayan baik....." salah satunya adalah mentri pendidikan dan kebudayaan, kenapa publik banyak yang mempertayakan islah penggantian mentri tersebut. satu adalah kinerjanya lumanayn bagus dan yang kedua adalah pak anis baswedan dari masa kampanye dan masa transisi selalu pasang badan dan memoles presiden jokowi. ia selalu pasang badan dengan berbagai serangan black campain di berbagai media, citra pak anis baswdan juga baik dimata publik. namun itulah politik, politik tak mengenal kesetiaan, politik hanya butuh kekuasaan entah bagaimana caranya. dan kini mentri anis baswedan telah di buang dri jabatan yang ia emban.